Saturday, 19 August 2017

Enjoy Jakarta!

Assalamu'alaikum

Hari ini saya lagi 'random' sekali pikirannya. Dan saya mau sharing tentang tinggal dan menjalani hidup di Ibukota Negara Republik Indonesia. Anw, Dirgahayu Republik Indonesia ke-72!

Menjalani hiudp di Jakarta, buat saya susah susah gampang. Jakarta yang bisa dibilang menjadi pusat kehidupan di Indonesia, menjadi daya tarik setiap orang untuk bisa tinggal dan mencari pekerjaan di sini. Beruntungnya, orang tua saya sudah lama hijrah ke Jakarta. Hal ini semakin mempermudah saya dalam mengembangkan segala potensi yang saya miliki.

Sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berbisnis setelah lulus dari Administrasi Niaga FISIP UI 2010 yang lalu, saya pernah mengalami namanya bermacet-macetan di Ibukota Jakarta tercinta ini.

Waktu itu saya sedang menyelesaikan program magang di salah satu bank syariah di daerah Sudirman. Jadi mau tidak saya harus bolak balik Depok - Sudirman setiap hari. Hal ini makin meyakinkan saya kalau profesi saya nanti tidak berada dalam rutinitas ke kantor, apalagi yang lokasinya nan jauh di sana. Oh No... Bisa dibayangkan? Saya harus berangkat pukul 05.30 dan sampai rumah 19.30 setiap harinya. Padahal waktu itu masih tahun 2009, tapi macetnya Jakarta sudah bikin pusing. Apalagi saat ini, ya kan? Saya merasa waktu saya habis di jalan dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Kurang lebih bisa menghabiskan waktu 3 jam untuk sekali perjalanan. Hufffttt...

Tapi sekarang kondisinya jauh berbeda dan saya sangat mengsyukuri pekerjaan saya sekarang ini, sebagai fashion designer dan business owner dari salah satu brand busana muslim. Buat saya, kita bebas memilih profesi kita, kita bebas menentukan masa depan kita, tanpa terpaku kalau mau jadi orang sukses harus jadi pekerja di Sudirman.. Haha... Itu mind set saya dan teman-teman kuliah saya pada jamannya. Mungkin bisa dibilang kita harus bisa menjadi Hidup Tanpa Batas. Tidak ada halangan yang berarti untuk mengembangkan potensi yang kita milki untuk bisa bermanfaat buat orang banyak. Itulah salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk menjadi business owner saja.



Akhir-akhir ini, saya sangat tertolong sekali dengan adanya aplikasi GO-JEK. Sejak tahun 2015 saya menjadi user dan menjadi pelanggan setia aplikasi ini. Selalu ada yang baru dan semuanya itu sangat terasa sekali manfaatnya buat saya, di tengah padatnya mobilitas saya sehari-hari. Kayanya tiada hari tanpa buka aplikasi GO-JEK. Kamu gitu juga ga sih?


Di sini saya mau sharing mengenai servis apa yang biasa saya pakai di aplikasi GO-JEK ini. Servis yang sering saya pakai adalah:
  1. GO-RIDE. Kalau cuma ke kantor KIVITZ saja sih saya biasanya pakai ini karena jaraknya yang hanya sekitar 4 km dari rumah tinggal saya. Itu pun kalau suami saya lagi ada urusan lain, jadi saya harus ke kantor sendiri.
  2. GO-CAR. Kalau sudah harus pergi-pergi jauh ke Jakarta untuk meeting atau cuma sekedar hang out dengan teman di mall, saya pasti langsung order GO-CAR. Bahkan sampai sekarang saya belum merekrut driver pribadi. Karena buat saya, toh sudah ada GO-CAR yang sangat helpful, jadi buat apa hire tenaga baru lagi.
  3. GO-FOOD. Siapa sih yang ngga suka jajan? Kayaknya hampir setiap minggu saya order makanan via GO-FOOD karena kita tidka perlu antri. Tinggal menunggu di rumah dan orderan kita sampai.
  4. GO-SEND. Biasanya saya pakai ini untuk kirim dokumen penting yang harus sampai hari itu juga, kirim barang ke butik saya yang ada di Bintaro, sampai kirim barang yang suka ketinggalan di rumah.
  5. GO-MART. Karena rumah saya berada di dalam townhouse dan kalau mau belanja dengan jalan kaki agak jauh, jadi mengandalkan GO-MART untuk belanja-belanja kebutuhan rumah tangga atau jajan minuman segar di minimart.
  6. GO-BOX. Lumayan sering juga saya pakai GO-BOX ini. Misalnya untuk keperluan pameran atau bazar KIVITZ. Bahkan pernah sekali pakai GO-BOX untuk membawa barang belanjaan dari IKEA.
  7. GO-CLEAN. Untuk GO-CLEAN saya juga pernah tulis pengalaman saya menggunakan jasa membersihkan rumah ini di sini. Kadang kalu lagi capai dan tidak sempat bersih-bersih rumah, saya tinggal order GO-CLEAN saja.
  8. GO-GLAM. Jasa kecantikan ini pun juga pernah. Saya pakai beberapa kali dan sempat juga menuliskan pengalaman saya memakai jasa GO-GLAM untuk creambath, manicure, dan padicure. Klik link ini untuk artikel lengkapnya.

Habis dijabarkan seperti ini, ternyata banyak juga ya hidup saya bergantung di aplikasi GO-JEK ini. Hihihi... Lebih dari setengah service yang GO-JEK tawarkan saya pakai semua untuk membantu aktivitas saya sehari-hari. Kamu gitu juga ngga sih?? Yuk, boleh banget ceritakan apa yang kamu rasain setelah datangnya aplikasi ini di tengah-tengah kita :)

Alhamdulillah, kalau saya, setelah pakai aplikasi GO-JEK, waktu yang tadinya digunakan untuk mengerjakan banyak pekerjaan, sekarang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal yang lebih urgent lainnya, dan bisa fokus pada hal pengembangan bisnis busana muslim saya, KIVITZ. Dengan GO-JEK saya bisa melakukan banyak hal sekaligus tanpa harus beranjak dari tempatnya. Nikmati Hidup Tanpa Batas, dengan satu aplikasi untuk berbagai macam kebutuhan. Thank you, GO-JEK Indonesia! Inovasi yang luar biasa dari anak negeri :)

Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah baca blog saya. Semoga bisa diambil manfaatnya. See you on my next posting!

Wassalamu'alaikum

Thursday, 17 August 2017

Fitri Aulia's Fashion Tips | Hijab Tutorial 1

Assalamu'alaikum

Finally, saya ada waktu untuk bikin hijab tutorial yang biasa ditanyakan setiap saya upload foto di instagram. Kayak diteror rasanya setiap upload foto yang ditanya malah tutorial hijabnya. Hahaha... Tapi tenang! Ini merupakan tutorial yang biasa saya pakai sehari-hari, sangat simple, ngga perlu waktu lama, dan tetap syar'i dan juga stylish.

Next video, saya akan bikin tutorial dengan gaya yang berbeda pastinya. Boleh banget kalau kamu punya request gaya hijab yang ada di foto Instagram saya yang mana, boleh banget komen di foto tersebut.

Cara pakai hijab di video kali ini memang tergolong biasa banget. Ya, biasa banget. Kayak anak-anak madrasah jaman bahela. Tapi entah kenapa masih aja ada yang tanya. Jadi sebaiknya jangan berekspetasi terlalu tinggi untuk video tutorial ini. Tapi kamu harus tonton sih karena di video ini saya kasih tau tips and triknya agar hijab kita tetap rapi, ngga pletat pletot (apa sih :D), dan tetap syar'i walau mengenakan hijab segiempat ukuran 110 x 110 cm. So, langsung aja buat yang penasaran dan yang suka teror saya di Instagram, ini dia video:


in frame: #kivitzlimitedscarf by KIVITZ

Kalau mau lihat motif hijab yang lain, silahkan mampir ke webstore KIVITZ di sini (tinggal klik saja ya :))

Wassalamu'alaikum

Kenapa harus Iphone?

Assalamu'alaikum

Pagi ini saya sedikit ngga mood, dan berujung pada mood seharian yang ngga baik. Hufftt... Jadi ceritanya, dini hari tadi alarm HP saya bunyi. Dan tidak seperti biasanya, HP saya malam itu ngga di samping lemari kecil samping tempat tidur, tapi ada di lemari di depan tempat tidur saya. Begitu alarmnya bunyi, saya bangun, mematikannya, dan meletakkannya di lemari kecil itu. Tapi entah kenapa apa, HP-nya jatuh dengan bagian layar yang menghadap ke bawah. Karena saya masih mengantuk jadi saya tidur lagi.

Paginya sehabis mandi, saya lihat bagian depan HP saya udah retak. Oh, oke. Saya masih positive thinking dengan berkata dalam hati: 'Cuma anti goresnya saja'. Terus saat saya mau pakai HP-nya ternyata bukan anti goresnya, melainkan layar Iphone-nya. Huaaaa... Kok bisa? Katanya Iphone 7 tahan banting? Ini cuma jatuh yang mungkin ketinggiannya cuma sekitar 55 cm. Dan seketika saya jadi bad mood seharian.


Kenapa Harus Punya Iphone?
'Yaudah sih, cuma HP doang. Dunia banget!' Mungkin akan banyak yang bilang begitu. Tapi buat saya HP ini berguna banget buat kerja. As a designer, mau itu fashion designer, graphic designer, interior designer, dan designer-designer lainnya, punya HP brand Iphone itu keharusan. Karena dengan jeniusnya Steve Jobs membuat formula agar layar HP itu benar-benar mengeluarkan warna yang sama dengan aslinya. Mungkin kalau pekerjaan saya bukan as a designer saya akan pilih brand lain, karena brand lain memang lebih unggul di RAM, kamera, dan juga baterai.

Hmm, saya itu termasuk orang yang membeli karena fungsi, bukan beli karena pengen biar kelihatan keren. HP saja cuma satu. Terus rusak. Kan sedih. Huhuhu... Iphone ini biasanya menemani saya untuk mencari-cari inspirasi via dunia maya, melihat colors trend, melihat warna bahan yang dikirim dari asisten saya, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan kerjaan. Intinya, sebagai designer, melihat warna dengan benar itu penting!

Misalnya gini, di luar sana lagi trend warna kuning mustard. Tapi karena layar HP kamu salah, kamu jadi lihat warna itu seperti kuning lemon. Bahkan sampai saat membeli bahan jadinya kamu pilih warna lemon. Nah, paham kan ya maksud saya?

Gimana sih cara biar ngecek warna itu benar? Caranya mudah! Kamu tinggal lihat warna putih di layar tersebut, terus lihat warna putih asli, misalnya tembok atau kertas. Karena biasanya warna layar HP lainnya itu akan lebih mengarah ke bluish atau yellowish

Jadi sekarang saya sedih deh layar HP-nya pecah. Dan ini ganggu banget. Huhu... Please, kalau ada info dimana tempat saya bisa ganti layar HP ini dengan aman. Karena saya ngga mau setelah ganti layar, warnanya tidak akan sama seperti semula. Walaupun ada yang merekomendasi dibawa ke ITC, tapi saya ngga berani karena ya itu tadi, takut warnanya tidak sesuai seperti warna aslinya. Atau ada yang sudah pernah ganti layar di toko resmi Apple? Biayanya berapa kira-kira?

Please share your experience here... Thank you everyone...

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 16 August 2017

Review Make Over Intense Matte Lip Cream

Assalamu'alaikum

Hari Senin yang lalu, saya membuat janji dengan seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu. Awalnya suami-suami kami mau ketemu di event GIIAS 2017 yang berlokasi di ICE BSD City. Namun berhubung sudah sore hari dan katanya sayang kalau datang sore karena waktu untuk melihat-lihat pameran mobil ini jadi terbatas, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan agenda kami ke GIIAS dan beralihlah kami ke AEON Mall. 

Awalnya tujuan ke AEON ini untuk menjemput Indi. Oia, jadi kami yang dimaksud di atas adalah saya, suami saya, Indi, dan juga Bang John. Setelah kami kumpul semua berempat, kami pun shalat maghrib dulu di mall ini. Setelah itu kami akan pindah ke mall berikutnya, yaitu Summarecon Mall Serpong (SMS). Katanya sih AEON Mall ini isinya agak sedikit membosankan, dan jam 9 malam para pengunjung sudah 'diusir-usirin'. Karena tau ga sih? Setiap kami berempat kumpul, sudah dipastikan tidak akan sampai mall tutup. Pasti akan lebih. Jadi pilihan yang tepat untuk bisa chit chat lebih lama adalah memilih mall yang buka sampai larut malam.

Setelah kami makan malam, acara selanjutnya adalah cuci mata keliling mall. Herannya nih ya, saya itu sudah pasti akan jadi orang yang konsumtif, apalagi dalam hal belanja kosmetik, kalau sudah ketemu Nyonya Indira Putri ini. Hahaha... Entah ada apa dengan dia. Macam tim marketingnya semua produk kosmetik itu. Setiap nyobain satu produk, pasti dia bilang 'cakep fit, cakep...'. Langsung saja saya beli itu produknya. Hahaha... Ampun deh racunnya, Indi :D

Akhirnya, saya pulang membeli satu buah lip cream dari Make Over. Dan di postingan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman pertama saya memakai dua produk tersebut.

INTENSE MATTE LIP CREAM
Salah satu lokal brand make up favorit saya adalah Make Over. Kayanya saya baru lihat produk ini. Dan betul saja. Intense Matte Lip Cream ini merupakan salah satu produk terbaru dari Make Over. Akhir-akhir ini saya memang lebih suka lipcream dibanding jenis lipstik lainnya. Walaupun kondisi bibirnya cenderung kering, tapi karena bibir saya ini agak tebal dann pinggirnya hitam, saya tetap memilih lip cream. Karena selain jenisnya yang matte, juga coverage-nya oke banget buat menutupi bagian pinggir bibir yang hitam.


Saya pilih No. 010, LUX, dengan warna nude yang agak kemerah muda. Kalau biasanya hampir seluruh lipstik saya warna nude yang cenderung ke arah cokelat, kali ini saya pilih nude yang ke arah pink. Biar tampilan saya lebih fresh dan tidak terlihat pucat. Aplikatornya juga lembut dan cukup tebal dan kuat. Jadi kita tidak perlu khawatir saat memoleskannya ke area bibir.


Saat mencoba tester-nya, Indi bilang ke saya untuk tunggu beberapa saat karena lip cream ini juga cenderung oksidasi. Setelah menunggu beberapa detik, hasilnya agak lebih gelap tapi masih oke sih. Berhasil banget bikin muka saya tidak pucat seperti warna nude biasanya.


Harga: Rp 100.000,-
Lokasi beli: Watson Summarecon Mall Serpong

Ini dia hasil saya pakai kedua produk baru tersebut. Natural banget kan hasilnya? Karena saya mau ke kantor, jadi pilih riasan yang ringan tapi tetap fresh. So far, kedua produk ini saya suka banget. Insya Allah lipcream ini halal. Walau belum ada logo halal dari MUI, tapi saya lihat satu per satu, ingredient lipcream ini sama dengan produk halal yang warna tosca itu. Ada yang sudah pakai dua produk ini juga kah? Share juga ya di komen di bawah ini :)


Make up sudah oke, baju baru (Alhamdulillah...), tinggal berangkat ke kantor deh.

My outfit:
#kivitzlimitedscarf
Rava Top by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 8 August 2017

Fashion Tips at Sophie Paris Semanggi

Assalamu'alaikum

Weekend itu buat saya artinya berkegiatan. Di saat orang beristirahat pada saat akhir pekan, kalau saya biasanya selalu penuh kegiatan. 

Seperti hari Sabtu yang lalu, 5 Agustus 2017, saya diundang untuk mengisi sebuat talkshow santai dengan para member Sophie Paris Indonesia. Kali ini lokasinya di Sophie Paris Plaza Semanggi. Acara dimulai pukul 14.00 dan saya memutuskan berangkat dari rumah sekitar pukul 12.30 setelah menunaikan shalat Zuhur. 

Jalanan siang itu agak kurang bersahabat. Weekend yang kita kira akan sepi, eh malah macet. Setelah ditelusuri ternyata karena awal bulan. Orang-orang baru pada gajian dan pasti banyak yang jalan-jalan ke mall. Hihi... Dan akhirnya saya sampai di Plaza Semanggi pukul 14.00. Pas banget!

Peserta yang hadir ini kebanyakan para ibu rumah tangga yang merupakan member Sophie Paris. Lucu deh lihatnya. Mereka kayak punya semacam yel-yel. Diawal acara sang MC memanggil mereka, terus mereka menyaut dengan ada gerakan ala-ala lagi di catwalk. Memang butuh banget sih penyemangat begini buat para Sales. Dan memang yel-yel tersebut bikin mereka para sales itu ngga lemas-lemasan. Namanya juga mau jualan ya, ya harus semangat dong. Jadi kepikiran mau bikin yel-yel buat tim sales-nya KIVITZ. Hehehe...

Sebenarnya acaranya ngga lama. Awalnya saya berkenalan tentang diri saya, apa pekerjaan saya, dan sharing tentang marketing yang lagi trend di saat sekarang ini. Dilanjutkan dengan tutorial hijab bagi ibu-ibu member Sophie yang kelihatan sekali mereka bosan dengan style hijab segiempat yang itu-itu saja. (Notes: please jangan minta video tutorialnya sekarang ke saya ya. Masih mencari waktu untuk proses shootingnya :D). Tapi ngga kerasa, sudah 1,5 jam saya talkshow dan waktunya saya untuk pulang. Alhamdulillah dianterin lagi sama suami :)


Untuk outfitnya saya pilih styling yang sedikit sweet dari biasanya. Karena kebetulan ada sample yang mau saya coba untuk di mix and match. Rayek Top warna beige yang biasanya saya pakai sebagai atasan saja, sekarang saya pakai untuk inner. Makanya tampilan kali ini ingin yang berbeda. Saya memang penggemar longsleeve dress, tapi sesekali ingin tampil dengan mix and match juga. Jadilah look seperti ini buat isi talkshow di Sophie Paris. Coba deh sekali-kali bergaya tidak seperti biasanya tapi tetap menunjukkan style kita. Nah lho, binggung ngga?


Gimana menurut kalian dengan sleeveless dress ini? Gemes banget kan liatnya? 

My outfit:
Cala scarf (nude) by KIVITZ
Rayek Top (beige) by KIVITZ
Sleeveless Dress (SAMPLE) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 11 May 2017

Absolute Hypoallergenic - Pencegah Kanker Serviks

Assalamu'alaikum

Beberapa belakangan terakhir ini saya dan teman-teman dari geng TTC atau try to convince ini lagi banyak banget membahas seputar masalah penyakit wanita. Eia, tapi kamu sudah tahu kan ya apa itu geng TTC? Saya memang belum pernah membahasnya di postingan blog. Tapi kalau kamu follow instagram saya, kamu pasti sudah tahu ada siapa saja di dalam geng TTC tersebut.

Ya, kita bersepuluh merupakan geng kumpulan ibu-ibu yang masih harus terus berjuang untuk bisa mendapat buah hati. Walau dari beberapa anggotanya sudah berhasil melakukan bayi tabung sih, namun kami tetap saling menyemangati dan memberi info-info mengenai program bayi tabung dan juga program lainnya.


Nah, kita itu lagi membahas penyakit yang sering dialami wanita, salah satunya kanker serviks. Langsung dong saya penasaran apa itu kanker serviks? Kedengarannya seperti penyakit yang menakutkan, mengerikan, dan mematikan. Ya ngga sih?

Dari beberapa artikel yang saya baca (salah satunya http://absolute.kapanlagi.com/) kalau kanker serviks itu merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Dan leher rahim wanita itu sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif.


Kalian tahu ngga sih gejala awal dari kanker serviks? Dari artikel yang saya baca itu, salah satu gejala awal kanker serviks ini adalah masalah keputihan. Hayooo, siapa yang suka menganggap remeh keputihan? Kanker serviks bisa muncul akibat kebiasaan menyepelekan keputihan sehingga berlarut-larut tanpa berusaha untuk mengobati atau mencegahnya.

Maka dari itu, pencegahan awal kanker serviks ini perlu banget buat wanita aktif seperti saya dan juga kamu, yaitu dengan menjaga kebersihan area kewanitaan karena menjaga kebersihan area kewanitaan adalah langkah yang paling mudah bagi kita untuk pencegahan kanker serviks.


Tapi saya bisa berlega hati karena telah menemukan produk yang pas untuk masalah ini. Sudah beberapa bulan ini saya memakai Absolute Women Indonesia yang ternyata sedang mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Absolute HypoallergenicAbsolute Hypoallergenic ini adalah produk yang pertama dan satu-satunya dengan formula Hypoallergenic (anti-alergi) dan telah teruji secara dermatologis sehingga aman untuk dipakai setiap hari di jenis kulit paling sensitif sekali pun.

Membahas soal Absolute Hypoallergenic sebenarnya produk ini tak asing bagi saya. Saya sudah tahu sejak saya masih duduk di bangku SMA. Cairannya tidak kenal, seperti air biasa saja, namun dengan bau antiseptik khas Absolute.


Manfaat luar biasa dari Absolute Hypoallergenic:
1. Kandungan Hypoallergenic dan telah lulus dermatologically tested membuat aman untuk digunakan setiap hari untuk segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif sekalipun.
2. Adanya kandungan BiolactoActive yang menjaga pH alami 3,5 untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di daerah kewanitaan.
3. Ekstrak collagen yang merawat kelembutan dan kekencangan kulit (untuk produk yang berwarna pink - Youth Revitalize).
4. Ekstrak aloe vera untuk mengurangi iritasi ringan (untuk produk yang berwarna hijau - Naturally Shooting). 

Aman banget kan?


Cara Penggunaan:
1. Tuangkan sedikit Absolute (1,5 - 2 mL) ke telapak tangan,
2. Tambahkan air secukupnya dan busakan,
3. Basuh ke daerah kewanitaan,
4. Diamkan beberapa saat,
5. Lalu bilas dengan air hingga bersih.

Untuk yang sedang mengalami keputihan, harus mulai hati-hati. Pastikan kebersihan dan kesehatan area kewanitaan kamu selalu terjaga. Coba yuk menggunakan Absolute Hypoallergenic secara rutin 2x sehari pada saat mandi, bahkan bisa lebih sering frekuensi pemakaiannya ketika sedang menstruasi.

Untuk masalah pembelian dan info produk yang lebih lengkap lagi mengenai Absolute Hypoallergenic kamu bisa membelinya secara online dengan cara klik di sini dengan kisaran harga sekitar Rp 46.000,- untuk yang berisi 150 ml. Saya sendiri sudah membuktikan Absolute Hypoallergenic, bagaimana dengan kalian? Harus dicoba ya...

Oia, ada info menarik lagi nih. Ikuti Quiz Confidence #AbsoluteShare dan jangan lupa untuk follow social media Absolute Women Indonesia sebagai berikut:
Instagram (@absolute_women),
Twitter (@absolute_women),
Facebook klik di sini, dan 
Microsite klik di sini

Sharing yuk, ada yang pernah bermasalah mengenai keputihan? Atau ada yang mau berbagi mengenai cek kanker serviks? Jangan sungkan-sungkan untuk sharing pengalaman kamu di sini. Siapa tahu bisa bermanfaat untuk saya juga pembaca blog ini :)

#AbsolutelyWomen #AbsolutelyConfidence #AbsoluteHypoallergenic

Wassaalamu'alaikum

Monday, 3 April 2017

Japan Trip Day #1 | Ayam-Ya Restaurant

Assalamu'alaikum

Selama di Jepang, saya tinggal di daerah Ueno. Di hari pertama, selesai dari Asakusa dan Tokyo Sky Tree, saya kembali ke hotel untuk istirahat. Kemudian saya dan suami mencari makanan halal yang berada dekat hotel kami. Dekat hotel ini juga dekat dengan Ameyayokocho market, tapi kebanyakan makanan halalnya berupa kebab atau makanan turki. Tapi kali ini saya mencari khas Jepang yang letaknya tak jauh dari hotel.

Setelah mencari-cari via internet, saya menentukan restoran Jepang dengan makanan khas berupa Ramen Ayam. Langsung saya cari dengan Google maps dan menemukan jaraknya yang tidak begitu jauh, hanya 1,2 km saja. Setelah shalat Isya, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Ayam-Ya.

Rasanya senang sekali bisa jalan kaki di Jepang dengan segala fasilitas yang nyaman buat para pejalan kaki. Udaranya juga mendukung kala itu. Hanya mengandalkan google maps akhirnya kita bisa sampai ke restoran ini.

Happy banget rasanya bisa menemukan ada restoran halal di Tokyo. Tidak sabar rasanya untuk mengabadikan dengan kamera untuk bisa di-sharing ke teman-teman semua, via vlog, juga blog.


Ketika memasuki restoran ini, kami disambut dengan salam oleh muslim dari Bangladesh. Kami langsung diarahkan ke lantai dua untuk memesan makanan. Ketika itu sudah jam 9 malam, dan restoran ini terlihat sepi. Hanya kita berdua saja tamu yang hadir. Setelah melihat menu, saya memesan Spicy Tori Ramen Shoyu seharga 800 yen. Saya sengaja memilih yang pedas karena saya memang suka makanan pedas. Kurang lebih 15 menunggu, akhirnya makanan kami datang. Oia, kalau mau ekstra mie diperbolehkan dan tidak ada charge tambahan.  


Hmm, pas dicoba. Enak bangettt...! Kuahnya yang paling saya suka. Penuh rasa rempah. Mungkin karena halal juga ya, jadi saya merasa aman memakannya. Hihi... Sepertinya tidak lebih dari 10 menit makanan ini sudah bersih kami lahap. Pokoknya, bagi yang mau ke Tokyo dan mencari ramen halal, silahkan ke restoran Ayam-Ya di daerah Ueno.



Untuk lebih lengkapnya, silahkan tonton Youtube channelku berikut ini:



Wassalamu'alaikum

Wednesday, 15 March 2017

Japan Trip Day #1 | Asakusa & Tokyo Sky Tree

Assalamu'alaikum

Di postingan sebelumnya, saya menceritakan sampai ketibaan kami di Ueno Station. Yang belum baca postingannya, bisa dibaca di sini. Jadi setelah berjalan sekitar 15 menit dari Ueno Station ke hotel tempat kami menginap, akhirnya kami sampai ke hotel yang sudah kami booking sebelumnya di Jakarta, namanya Ueno Hotel. Kenapa kami memilih hotel ini? Yang pertama, karena kami masih berduaan saja alias belum ada anak, menurut saya hotel pilihan yang pas dibanding Airbnb. Walaupun kamar hotel di Jepang terkenal sempit-sempit, namun hotel punya yang namanya service 'dibereskan' yang tidak ada di airbnb. Kan enak ya, saat kita pulang ke hotel dan melihat keadaan kamar sudah rapi? Tapi sepertinya kalau sudah ada anak, saya akan memilih airbnb juga sih. 

Oke, lanjut setelah kami check in, dimana saat itu baru sekitar pukul 08.00 pagi tapi kami sudah bisa check in terlebih dahulu. Memang sih belum langsung bisa ke kamar, tapi setidaknya kami tidak harus berjalan-jalan dengan membawa-bawa koper. Oia, kami tidak mengambil fasilitas breakfast karena kami khawatir akan kehalalan dari breakfast tersebut. Nah, selesai urusan administrasi dan lain sebagainya, kami pun mengambil jaket yang lebih tebal dari dalam koper dan mengambil secangkir kopi dan teh untuk menghangatkan tubuh. Jadi di Ueno Hotel ini, para tamu bebas untuk minum kopi dan teh yang berada di lobby hotel.

Karena perut sudah mulai lapar dan harus sarapan, akhirnya kami pun berjalan-jalan di pasar dekat hotel. Namanya Ameyayokocho Market. Selain menjual hewan tangkapan hasil laut, di pasar ini juga terdapat beberapa warung makan. Pertama kalinya kita akan mencari makan di Jepang ini. Di sepanjang pasar ini, kami tidak menemukan masakan Jepang yang menuliskan logo halal atau muslim friendly, kecuali makanan sejenis kebab itu. Tapi karena kita mau banget merasakan makanan Jepang langsung di Jepang, kami pun memilih salah satu tempat makan dan memilih menu ikan mentah seperti gambar berikut:


Jadi menu yang saya beli ini adalah salmon and tuna with rice bowl. Perlu diperhatikan, sebaiknya kita tidak memakan shoyu di sini, karena cenderung mereka memakai mirin dalam pembuatannya. Tapi, makan begini saja... Seger banget lho! Harga satu porsinya 650 yen.

Selesai mengisi perut, dan hari masih pagi, saatnya kami mengeksplor kota Tokyo ini. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Sensoji Temple di Asakusa. Untuk umat Islam seperti kita, lokasi ini menjadi tujuan wisata saja, bukan untuk beribadah. Karena Sensoji Temple ini merupakan kuil Buddha tertua di Tokyo.



Puas berkeliling keliling di sekitar Sensoji Temple, kami pun ingin sekali meminum kopi untuk menghangatkan badan. Jadi walau siang itu ada matahari, namun anginnya dingin sekali, sampai menusuk ke badan. Jika keluar dari pintu Kaminarimon, ambil arah ke kanan, dan kita akan mendapati Starbuck. Yeay...! Sebagai orang Aceh, rasanya bahagia sekali menemukan sebuah warung kopi di sini. Setelah memesan kopi, kami ngobrol-ngobrol saja di sana. Bahkan saya sempat tertidur lho! Karena itu jamnya tidur siang, jadi saya pun tertidur di meja, sementara suami saya dan temannya asik saja membahas dunia perkameraan. 


Sekitar 1,5 jam kami berada di Starbuck, badan terasa lebih segar lagi dan siap untuk petualangan berikutnya. Yang herannya, kalau kita lagi di Jakarta, kita akan ke Starbuck untuk sekedar 'ngadem'. Tapi kalau di Jepang, kita ke Starbuck untuk cari suasana yang panas. Karena apa yang kami rasakan ketika keluar dari Starbuck adalah 'MasyaAllah, dingin banget! Kalah nih AC kamar di rumah'.


Kemana kita selanjutnya? Ya, kita akan ke Tokyo Sky Tree! Seorang bertanya kepada kami. Mau naik kereta atau jalan kaki? Spontan saya jawab, jalan kaki saja. Dari Asakusa ini, sebenarnya sudah bisa terlihat Tokyo Sky Tree-nya. Jadi saya pikir, bisalah jalan kaki untuk sampai ke sana. Dan memang, saya itu sebenarnya suka olahraga lari dan jalan jauh. Jadi untuk kondisi seperti ini saya pilih jalan kaki saja. Sekalian bisa melihat setiap sudut di Tokyo ini.


Sekitar setengah perjalanan, kita akan menemui pemandangan di pinggir sungai yang indah dengan latar belakang Tokyo Sky Tree. Ini merupakan Sungai Sumida. Sungai Sumida juga salah satu wisata di Tokyo. Kita bisa menikmati wisata sungai Sumida ini dengan menggunakan kapal water bus sepanjang sungai Sumida. Seru kali ya kalau kunjungan kami berikutnya ke sini bisa ikut kapal water bus ini! Sungainya bersih dan sangat terawat. Keren deh Jepang ini!



Akhirnya kita sampai juga ke Tokyo Sky Tree ini dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Itu sudah termasuk foto-foto ya, guys! Haha... Ketika sampai di sana, suasana sore hari memang lebih ramai dari biasa. Biasanya sih di sini banyak pertunjukan seperti sulap, live music, tapi kala itu, di tengah-tengah area Tokyo Sky Tree hanya terlihat permainan anak-anak, yaitu ice skating buatan. 

Setelah puas keliling tower, dan juga naik turun, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk mandi dan persiapan mencari makanan halal di Jepang. Eits, jangan lupa foto dari bawah Tokyo Sky Tree! Click...! 

Sampai ketemu di postingan berikutnya. Thank you for reading!

Yeay... Di bawah Tokyo Sky Tree!

Wassalamu'alaikum

Monday, 13 March 2017

Japan Trip Day #1 | THE ARRIVAL

Assalamu'alaikum

Sebenarnya, saya dan suami merasa sudah lama tidak traveling ke tempat yang jauh untuk benar-benar santai dan menikmati holiday. Sampai akhirnya saya meminta suami saya untuk berlibur ke Jepang. Kalau boleh jujur, semua ini direncanakan sangat singkat, mendadak, dan sangat spontan. Kurang lebih sekitar awal Februari saya minta ke suami, dan akhirnya kami bisa pergi di akhir bulan Februarinya.

Jangan salah, persiapan kami juga relatif sebentar bahkan bisa dibilang mepet. Sore sebelum kami berangkat ke bandara Soekarno Hatta, kami masih saja pergi ke salah satu mall di Depok untuk membeli longjohn untuk saya dan juga sarung tangan untuk suami. Tapi Alhamdulillah semua bisa berjalan sesuai waktunya.


Suasana Jepang sudah terasa sejak kami check in di bandara. Sudah pada tahu kan ya kalau Jepang sangat terkenal dengan kesopanan, disiplin, dan ramah tamah? Karena kami menggunakan maskapai ANA Airlines, sudah bisa terasa dari dua orang petugas yang menyambut kami dengan senyum merekah saat proses check in. Ah, jadi tidak sabar untuk bisa tiba di Jepang!

Pesawat kami dijadwalkan akan take off jam 21.45. Saya sengaja memilih penerbangan malam agar setibanya kami di sana, kami bisa langsung eksplor kota Tokyo.


Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 8 jam dari Jakarta-Tokyo, akhirnya kami sampai dengan selamat di Bandara Haneda International Airport. Setelah sebelumnya kami menunaikan shalat Subuh di atas pesawat sambil melihat waktu matahari akan terbit. Kami pun bersuci dengan tayamum.

Ah... Rasanya saya ingin cepat-cepat keluar dari pesawat dan bergabung dengan masyarakat Jepang yang sangat terkenal dengan semangat kerja kerasnya itu. Yang ada di benak saya adalah, benar tidak ya apa yang orang-orang katakan tentang penduduk negeri Sakura ini?


Selepas ambil bagasi dan imigrasi, saya dan suami menuju ke atas untuk berfoto terlebih dahulu. Keluar dari pintu kaca bandara, apa yang saya rasakan? DINGIN BANGET! Sebelumnya saya belum pernah merasakan cuaca ekstrim seperti ini. Jadi saya tidak membayangkan dinginnya seperti apa. Tapi sebelum berangkat saya sudah menyiapkan perlengkapan untuk di musim dingin, salah satunya dengan mengenakan longjohn. Walaupun saat di pesawat saya sedikit merasakan kegerahan. Hehehe... Kasian juga saya.



Outfit pertama saya kali ini adalah Hazel Top berwarna putih dipadukan dengan Nara Long Outer berwarna cokelat dan rok berpotongan A-line berwarna hitam. Yang ada dipikiran saya, fashion di Jepang sering kali layering (atau aksen tumpuk) jadi saya berusaha untuk beradaptasi dengan style seperti ini. Tapi tenang, dengan aksen layering seperti ini kita juga masih bisa kok tetap berpenampilan syar'i. Untuk kesan yang lebih stylish lagi, saya mengambil tali di artikel Emma Top untuk dijadikan tali di outfit saya kali ini.

My outfit:
Eloise Scarf (creme-white) by KIVITZ
Hazel Top (white) by KIVITZ
Nara Long Outer (brown) by KIVITZ
Ajanta Skirt (black) by KIVITZ

Sejujurnya, saya dan suami saya suka sekali dengan traveling seperti ini. Mempelajari sejarah dan daerah tersebut, belajar budayanya, juga belajar mengenali masyarakatnya. Semua itu semata-mata untuk menjadikan pribadi yang lebih baik lagi di mata Allah swt. Belum dikaruniani anak bukan berarti kita tidak bisa bahagia, tapi kita bisa bahagia dengan cara yang lain. Salah satunya dengan cara traveling seperti ini :) 

Terima kasih suamiku, yang selalu memberiku wejangan untuk terus bersyukur kepada Allah dan tidak menuntut apapun. Yang penting kita bahagia ya, sayang... :)



Oke, lanjut perjalanan kita kali ini. Setelah keluar dari bandara Haneda, kami memberi JR (Japan Rail) Wide Pass. JR Wide Pass ini cocok untuk kamu yang ingin mengunjungi tempat wisata di Tokyo dan sekitarnya dalam waktu 3 hari. Dengan 10.000 yen atau sekitar 1,2 juta (untuk dewasa), kamu sudah bisa ke tempat-tempat seperti Gala Yuzawa, Mt. Fuji, dll. Kenapa 10.000 yen sudah termasuk murah? Karena misalnya untuk ke Gala Yuzawa, kamu harus mengeluarkan biaya sekitar 6.780 yen untuk sekali perjalanan. Bolak balik saja sudah 12.000-an yen.

Dari bandara Haneda, kami pun akan berpindah langsung ke hotel tempat kami menginap, di daerah Ueno. Membawa-bawa koper selama berkereta bukan hal yang sulit kalau di Jepang, karena sudah terfasilitasi dengan baik. Duh, bahagia banget ya kalau di Indonesia bisa seperti ini. Minimal Jakarta dulu deh. Perjalanan ini kami tempuh kurang lebih 45 menit dari Haneda-Shinagawa-Ueno. Selama perjalanan di kereta, saya melihat orang-orang yang sedang berangkat ke kantor dan tidak ada yang lelet. Semua berjalan dengan begitu cepat. Sepertinya mereka sangat menghargai betul akan yang namanya waktu. Keren!

Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga di Negeri Sakura. Dari Ueno Station, perjalanan akan dilanjutkan ke tempat dimana kami menginap. Ikuti terus postingan aku selanjutnya ya :)



Jangan lupa untuk nonton VLOG aku tentang perjalanan saya di sini:


Wassalamu'alaikum

Saturday, 18 February 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 5

Assalamu'alaikum

Setelah beberapa minggu saya vakum nulis blog karena kesibukan di kantor KIVITZ yang memakan waktu, akhirnya saya kembali bisa duduk tenang di depan laptop untuk melanjutkan cerita tentang perjalanan saya di Bengkulu beberapa waktu yang lalu. Bulan Februari ini Alhamdulillah banyak projek baru yang akan dilakukan. Doakan ya semoga projek ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. Aamiin... Langsung saja ya saya lanjut cerita perjalanan beberapa bulan lalu.

Di hari kelima di Bengkulu ini, kami bersiap untuk kembali pulang ke Lampung. Namun sebelumnya kami menyempatkan untuk ke pantai yang terkenal di Bengkulu, yaitu Pantai Panjang. Pantai yang menjadi landmark kota Bengkulu ini tidak pernah sepi dan menjadi area wisata untuk para warga yang tinggal di sini dan turis-turis, baik domestik maupun internasional. Sebenarnya hari ini perjalanan harus langsung menuju ke Lampung, mengingat perjalanan cukup panjang, maka perjalanan ke Lampung dari Bengkulu harus dimulai dari pagi. Ke Pantai Panjang ini hanya untuk berfoto saja, setelah itu langsung menuju lokasi touring berikutnya.

Karena hari ini kebanyakan akan di dalam mobil, saya pilih outfit yang casual saja. Namun karena ini sudah hari kelima, sisa baju yang saya bawa di koper tinggal sedikit, jadi pakaian kali ini agak too much warna. Haha... Saya memang tidak begitu prepare perjalanan touring ini. Biasanya setiap perjalanan saya menyiapkan outfit per harinya. Namun kali ini tidak. Lihat saja jadi banyak warna dalam tampilan saya kali ini. Dan mengapa saya harus pakai outer? Hal itu karena baju dalaman warna putih rawan transparan dan baju dalaman saya sudah habis. Layya Square Scarf warna navy saya padukan dengan Annie Top dan Leang Outer bermotif floral ditambah Ajanta Skirt warna cokelat. Untuk semua outfit yang saya pakai bisa didapatkan di sini.

My outfit:
Layya Scarf (navy) by KIVITZ
Leang Outer by KIVITZ
Annie Top (BW) by KIVITZ
Ajanta Skirt (brown) by KIVITZ



Berangkat dari Hotel Santika Bengkulu pukul 10.00 pagi namun kami harus sampai di Lampung hampir pukul 19.00. Perjalanan yang cukup panjang bukan? Itu pun kami belum sampai kota Lampungnya lho. Tapi memang malam ini ada sedikit yang berbeda dimana kami tidak akan menginap di hotel melainkan camping di daerah di Lampung yang masih sangat jarang orang tahu, yaitu Lemong. Entah dari mana panitia mendapat lokasi keren ini. Tapi menurut saya ini sungguh indah. MasyaAllah... 



Ini kali kedua kami menginap dengan cara camping seperti ini. Setelah sebelumnya juga pernah camping di daerah Sukabumi, juga dengan club mobil Bang John ini. Kalian mungkin tidak akan atau belum bisa menemui lokasi ini baik di internet maupun sosial media. Karena saat saya diberitahu nama lokasi ini pun saya tidak menemuinya di internet. Dari jalan Bengkulu-Lampung ini masih agak jauh masuk lagi ke dalamnya, sekitar 5 km. Hingga akhirnya kita akan menemui Lemong Resort yang masih sangat alami dan sepi. Jauhnya perjalanan ini tak lagi terasa karena melihat tempatnya yang masih asri. Apalagi setelah diberitahu penanggung jawab penginapan ini kalau besok pagi kami akan dibawa ke pantai yang berada tepat di depan pagar penginapan dan dijamin tidak akan ada orang yang berenang-renang di sana. Rasanya pengen cepat-cepat pagi dan berenang di pantai.


Mau tahu keseruan saya bermain-main di pantai yang masih sangat bersih di daerah lampung? Simak tulisan saya di postingan berikutnya ya.

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 8 February 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 4 Part 2

Assalamu'alaikum

Masih di hari yang sama dengan postingan sebelumnya, rombongan kami mendapat kehormatan untuk datang ke rumah dinas Gubernur Bengkulu, Bapak Ridwan Mukti, untuk kemudian makan malam bersama. Such a honour bisa main-main ke rumah dinas beliau. Setiap datang ke rumah para pejabat, kadang saya suka deg-degan. Khawatir ada salah tingkah, perilaku, juga ucapan. Kami pun tiba di rumah dinas ini pukul 20.00.



 





Maka dari itu, hal yang pertama saya pikirkan adalah 'akan pakai baju apa saya nanti?'. Hehe... Pastinya sesuatu yang a lil bit glamour dan formal. Oleh karena itu saya pilihlah Elisson Dress berwarna cokelat dari bahan satin dengan sentuhan print digital di bagian lengannya. Lengkap dengan Petra Limited Scarf  yang sukses bikin saya lebih percaya diri untuk menghadiri pertemuan kali ini. Oia, dress seperti ini cocok sekali digunakan untuk acara formal juga semi formal. Dijamin tampilan akan lebih feminin, anggun, juga classy.






Yang serunya lagi, malam itu riasan di muka saya di touch up oleh Indi dengan gaya yang agak kekorea-koreaan. Lengkap dengan bibir ombre khas panas dalam. Hehehe... Yah... Not bad lah, Ndiii...


Jalan-jalan kali ini saya dan suami bareng dengan Indi dan juga Bang John. Selalu penuh canda tawa setiap pergi sama pasangan suami istri ini.


Ukiran yang berada dipilar-pilar rumah dinas ini cukup memberi inspirasi tersendiri buat saya. Saya suka sekali dengan gaya yang etnik khas Indonesia. Motifnya cukup cantik bukan? Apalagi warnanya gold. Menambah kesan glamour juga berkelas.



My outfit:
Petra Limited Scarf by KIVITZ
Elisson Dress (brown) by KIVITZ
Shoes by Valentino
Bag by Michael Kors

Wassalamu'alaikum