Thursday, 19 January 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 1

Assalamu'alaikum

Halo... Halo... Apa kabarnya saat ini? Sebenarnya, perjalanan ini terjadi saat liburan akhir tahun lalu. Namun karena hari ini baru sempat duduk manis di depan laptop, akhirnya bisa menulis dengan suasana yang santai. Langsung saja ya saya menceritakan pengalaman liburan saya kali ini.

Perjalanan touring Lampung-Bengkulu ini sebenarnya merupakan ajakan dari Bang John, suami dari Indira Putri, untuk mengikuti jalan-jalan dengan komunitas mobil milik Bang John. Sebelumnya saya dan suami sudah ikut touring dengan club ini sekitar dua kali. Karena anggota yang lain baik-baik dan saya beserta suami tidak ada jadwal jalan-jalan di akhir tahun juga, jadilah kita ikut lagi touring menyusuri Sumatera ini. Saya cukup excited dengan perjalanan ini karena semua hal yang ada dalam perjalanan ini merupakan hal yang baru buat saya. Mulai dari menyebrangi Selat Sunda dengan Kapal Ferry, perjalanan darat ke Pulau Sumatera yang memakan waktu berhari-hari, dan lain-lain. Walaupun saya berasal dari Aceh, saya belum pernah sekali pun menggunakan jalur darat untuk perjalanan ini.

Hari pertama ini, dimulai dengan janjian di Rest Area 13,5 km menuju tol Pelabuhan Merak. Akhirnya pagi-pagi sekali, sekitar pukul 06.00 saya dan suami sudah memesan taxi online untuk bisa menuju ke tempat janjian. Pagi-pagi masih setengah nyawa, naik taxi online, dengan tampang masih melongo. Begitu juga suami. Yang sepanjang jalan cuma bengong melihat jalan padahal mukanya masih ngantuk banget kelihatannya. Dengan membawa satu koper besar dan satu koper kecil, kami siap untuk petualangan kali ini bersama Bang John dan Indi!


Sambil menunggu anggota yang lain, saya menyiapkan sarapan sekaligus makan siang untuk saya dan suami. Karena menurut jadwal, siang hari kita akan berada di Kapal Ferry untuk menyebrang ke Lampung. Rest area 13,5 km arah Pelabuhan Merak cukup banyak menyajikan berbagai macam jajanan. Walau saat itu masih pagi sekali, tapi sekitar 60% toko di sana sudah buka. Awalnya saya ke mini market dahulu untuk membeli air mineral untuk cadangan selama perjalanan, cemilan, juga buah-buahan untuk sarapan. Lanjut ke coffee shop buat mengganjal mata yang masih setengah melek ini. Kemudian ditutup dengan membeli makanan untuk makan siang. Sejujurnya untuk sarapan, saya dan suami hanya makan buah-buahan yang dilanjutkan dengan kopi. Rasanya begitu saja sudah cukup. Kita pasangan yang kurang suka makan. Hehe... Yang penting kopi saja sudah cukup. Biasa baru makan besar ketika siang. Alhamdulillah dikasih Allah suami yang tidak banyak nuntut kalau soal makanan.


Sekitar pukul 11.00 siang kami sudah tiba di Pelabuhan Merak dan kemudian satu per satu mobil memasuki Kapal Ferry. Untuk biaya menyebrang per orang saya sedikit lupa, yang saya ingat hanya kami harus membayar Rp 360.000 untuk 4 orang dan 1 mobil. Keadaan kapal saat itu agak ramai mungkin karena berbarengan dengan masanya liburan anak sekolah. Tapi masih cukup nyaman buat kami. Setengah jam pertama saya dan suami berjalan mengelilingi kapal, dan selama sisa perjalanan kami pun tidur dengan, saya sih lebih tepatnya. Tidak ada rasa mual apalagi ingin muntah. Alhamdulillah... Sekitar 10 menit sebelum kapal ini menepi, saya kembali keluar ruangan untuk merasakan angin sepoi-sepoi dan pemandangan sekitar Pelabuhan Bakauheni.

Untuk outfit yang saya pilih adalah dress dengan potongan a-line (Lawa Dress) dipadu dengan hijab bermotif (koleksi baru lho) dan sepatu sneakers warna putih. Cukup casual bukan? Kenyamanan menjadi faktor utama dalam pemilihan outfit touring ini. Karena selain praktis, dress ini tidak bikin ribet, memudahkan kita untuk bergerak namun tetap syar'i. Semoga kita selalu dalam keistiqomahan berbusana syar'i apapun aktivitas kita.


Setibanya di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan masih dilanjutkan menuju Kota Bandar Lampung.  Tapi sebelumnya kami makan di sebuah restoran yang menyajikan masakan padang tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni. Tak lupa kami menjamak shalat di tempat ini. Menurut saya yang uniknya di sini adalah para pramusaji yang kebanyakan orang Sunda lho. Sepertinya banyak juga transmigran dari Pulau Jawa ke Lampung ini. 

Selesai makan siang, kami lanjut ke Bandar Lampung. Kurang lebih waktu yang diperlukan sekitar 2,5 jam. Kira-kira jam 4 sore kami sampai di hotel. Alhamdulillah selama perjalanan lancar. Untuk pemilihan hotel oleh panitia malam ini tergolong biasa saja karena esok subuh kami sudah harus melanjutkan perjalanan ke Bengkulu. Toh, buat apa hotel mahal-mahal untuk menginap yang tidak sampai 24 jam ya?

Sambil menunggu makan malam bersama, saya, suami dan Indi menuju Lampung Walk dengan berjalan kaki karena memang lokasinya yang sangat dekat dengan hotel kami. Bang John tidak ikut karena dia merasa kelelahan dan perlu istirahat. Di sana kami mendapati coffee shop yang rasanya seperti di Jakarta. Interiornya bagus dan harganya juga WOW banget untuk di daerah seperti Lampung ini. Tapi kami hanya minum kopi saja. Karena qadarullahnya kami bertiga pecinta kopi. Tidak lama kita di sini. Jam 7 malam kita sudah kembali ke hotel dan makan bersama di sebuah restoran yang jaraknya sekitar 1 km dari hotel. Sayang sekali lupa nama restorannya. Tapi rasa masakan di sana tidak ada yang failed menurut saya. Malam itu kita pesan ikan dabu-dabu, sayur kangkung, lengkap dengan tahu dan tempe. 


Setelah makan malam selesai, kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Karena dijadwal yang sudah ditentukan, rembongan ini harus berangkat dari Lampung jam 5 pagi. See you on the next day!

Outfit:
Eloise Scarf by KIVITZ
Lawa Dress (dark teal) by KIVITZ
Shoes by Converse

Wassalamu'alaikum

Thursday, 5 January 2017

Maybelline Fashion Brow Cream Pencil Review

Assalamu'alaikum


Welcome back to my blog! Setelah akhir tahun lalu saya jarang sekali update blog ini, di tahun 2017 ini saya berusaha lagi untuk konsisten menulis. Dua bulan tidak menulis blog, rasanya seperti ada yang kurang tersalurkan. Karena buat saya, blog ini benar-benar menjadi media untuk sharing dengan para readers blog ini.

Mengawali tahun 2017 ini, saya akan sedikit sharing mengenai pensil alis yang saat ini jadi andalan. Sebenarnya untuk alis ini saya pakai beberapa produk ketika proses 'membuat alis'. Dari mulai pensil alis, pomade, sampai yang bentuknya powder. Karena menurut saya, setiap bentuknya mempunyai keunggulan masing-masing.

Suatu hari, ketika saya sedang di kantor dan make up kit tidak kebawa, akhirnya saya tanya ke salah seorang karyawan apakah dia membawa pensil alis. Karena sore hari sepulang kerja, saya dan suami berencana untuk dating ke mall. Dan karena sudah terkena wudhu, alis yang saya 'buat' di pagi hari sudah mulai memudar. Akhirnya saya dipinjamkan sebuah pensil alis yang sebenarnya warnanya bukan aku banget, cokelat, beda dengan yang biasa saya gunakan. Tapi demi punya alis paripurna sore itu, akhirnya saya pakai saja. Pas dipakai kok ternyata enak banget. Pensil alis Wardah yang biasa saya pakai sangat pigmented. Rasanya kalau dipakai sehari-hari terlalu kereng warnanya, jadi nampak tidak natural.

Setelah saya sampai di mall, akhirnya saya datang ke counter Maybelline yang ada di mall tersebut dan langsung membelinya tanpa fikir panjang. Tapi, saya memilih yang warna abu-abu. Maybelline Fashion Brow Cream Pencil ini memang tidak menyediakan warna hitam pekat. Hanya ada dua pilihan warna, grey or brown. Dari sisi harga juga cukup murah, IDR 33.000 saja.


Setelah saya memakai ini sekitar satu bulan, saya merasa puas sekali. Sebelumnya saya juga pernah dengar review yang baik mengenai produk ini dari seorang beauty vlogger. Namun saat itu saya masih mempunyai pensil alis yang masih cukup panjang, jadi belum kepikiran untuk langsung membelinya. Mungkin kalau saya tidak pinjam ke karyawan, sampai saat ini saya masih saja pakai yang lama.



Warnanya tidak terlalu hitam sehingga saya memang perlu mengaplikasikannya berulang-ulang. Tapi it's ok! Karena buat hari-hari saya lebih baik memilih yang natural saja. Pensilnya juga tidak sakit saat mengaplikasikannya. Karena beberapa pensil alis ada yang karena tidak terlalu pigmented namun bentuk aplikatornya membuat sakit. Menurut saya, Maybelline Fashion Brow Cream Pencil ini cocok sekali digunakan untuk membentuk frame alis kta. Entah kenapa kalau pakai Wardah, alis saya jadi terlihat terlalu berantakan karena bentuk frame-nya yang tidak rapih.

Sekian dulu tips dari saya mengenai dunia peralisan yang tidak ada hentinya. Hihi... Semoga berguna bagi alis-alis wanita Indonesia di luar sana :)

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 8 November 2016

Bye Bye Anyang-Anyangan!

Assalamu'alaikum

Setelah sekian lama, saya tidka posting blog, kali ini saya kembali menulis blog untuk sharing mengenai apa yang sedang saya alami belakangan ini. Berharap cerita saya ini bisa bermanfaat bagi yang mengalami cerita serupa.

Jadi ceritanya, sekitar sebulan yang lalu, saya sedang mengalami anyang-anyangan. Pada tahu kan ya apa itu anyang-anyangan? Yup, anyang-anyangan itu bisa dibilang buang air kecil dalam jumlah yang sedikit sehingga kita jadi bolak balik ke kamar mandi. Awalnya saya cuek dengan kondisi ini dan beraktivitas seperti biasa. Tapi lama kelamaan kok semakin mengganggu ya. Badan pun jadi terasa lemas, lemah, dan tidak bersemangat. Apalagi kalau rasa ini muncul ketika malam hari. Tidur malam pun jadi terganggu dan kualitas tidur pun jadi kurang baik.

Akhirnya, saya menceritakan hal ini kepada beberapa teman saya yang dokter karena saya sudah tidak tahan lagi mengalami bolak balik ke toilet terus. Ternyata anyang-anyangan ini merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK). Hal ini mengakibatkan meningkatnya frekuensi buang air kecil, namun dalam jumlah yang justru sedikit, bahkan kadang disertai dengan sakit saat buang air kecil.

Menurut dokter, fakta yang terjadi adalah 5 dari 10 perempuan pernah mengalami anyang-anyangan. Penyebabnya adalah bakteri E-coli yang menempel pada dinding sel epitel saluran kemih. Nah lho! Kenapa bisa menempel ya? Ternyata ada beberapa penyebab seperti sering menahan buang air kecil, cara membasuh setelah buang air kecil yang tidak benar (harusnya dari depan ke belakang), air yang digunakan untuk membasuh tercemar bakteri, dan pemakaian toilet yang kurang bersih (biasanya terjadi kalau di toilet umum).

Di Amerika sendiri, buah Cranberry telah lama diteliti dan digunakan dan ternyata efektif mencegah infeksi saluran kemih karena kaya akan Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri E-coli pada dinding saluran kemih. Namun tidak semudah itu. Buah Cranberry sulit dicari di pasaran, harga buah Cranberry yang cukup tinggi, rasanya yang agak pahit/asam, dan tidak praktis karena harus dijus terlebih dahulu.

Setelah cari-cari ke sana ke sini, ternyata ada cara yang simple. Tidak sengaja waktu jalan ke mall dan mampir ke Century, saya menemukan Prive Uri-Carn yang merupakan suplemen ekstrak Cranberry yang secara alami efektif untuk mengatasi anyang-anyangan. Yeay...! Lega rasanya bisa menemukan obat untuk anyang-anyangan saya ini. Tidak perlu ribet cari buah Cranberry lagi plus PR ngejusnya.


Prive Uri-Cran ini terdiri dari dua jenis, dalam bentuk kapsul dan dalam bentuk powder dalam kemasan sachet (Uri-Cran Plus). Sukaaa sekali! Rasanya segar banget! Sedikit tambahan informasi, untuk Prive Uri-Cran Plus, selain mengandung ekstrak Cranberry, juga mengandung probiotik dan Vitamin C. Saya bisa membelinya di apotik Century.



Untuk kapsul, komposisi Prive Uri-Cran per kapsulnya adalah 250 mg ekstrak Cranberry. Bisa kita konsumsi 1-2 kapsul sehari. Sedangkan untuk Prive Uri-Cran Plus, komposisinya adalah 375 mg ekstrak Cranberry dan bisa diminum sebanyak 1-2 sachet per hari. Tinggal pilih saja lebih suka yang mana. Kalau saya sih suka dua-duanya.


Alhamdulillah setelah mengomsumsi Prive Uri-Cran, anyang-anyangan saya menghilang. Bye bye anyang-anyangan! Aktivitas saya kembali normal dan bisa tidur nyenyak.

Kadang kita suka cuek ya sama kesehatan kita sendiri. Kalau sudah sakit baru deh repot sana sini. Semoga ke depannya kita sebagai muslimah (saya lebih tepatnya hehe) semakin menjaga kesehatan kita sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Sekian dulu sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 5 October 2016

Alasan Menjalani Operasi Lasik

Assalamu'alaikum

Mungkin diantara kamu semua banyak yang tidak mengetahui kalau saya punya minus yang agak tinggi. Untuk keperluan yang sifatnya penting, saya biasanya memakai softlens. Dan untuk keperluan yang santai, saya tetap memakai kacamata namun kalau ada sesi foto-foto, biasanya saya membuka kacamata tersebut. Hehe...


Apa alasan saya memakai softlens ketika menghadiri acara-acara? Alasan pertama dan menurut saya sangat penting adalah karena saya merasa tidak percaya diri dengan menggunakan kacamata karena bentuk lensanya yang terlalu tebal. Namun, pemakaian softlens yang terlalu sering dapat mengakibatkan mata kita mengalami gangguan seperti iritasi dan parahnya lagi retina kita akan mengalami bolong-bolong, menurut dokter yang saya temui. Jadi, karena saya ingin bebas kacamata namun memiliki mata normal, jalan satu-satunya hanyalah operasi lasik.

Operasi lasik ini sudah menjadi cita-cita saya dari sejak dulu. Awal mula saya mengenakan kacamata adalah ketika duduk di bangku kelas 4 SD, dan ketika itu saya -1,5. Ketahuannya agak lucu sih. Saya yang suka dengan pelajaran matematika, ketika itu mendapat angka 5. Rupanya setelah dicek oleh guru, antara soal yang ditulis di papan tulis dengan yang saya tulis di buku tidak sama. Alhasil jawabannya pun salah. Oleh karena itu, guru saya langsung melaporkan hal ini kepada orang tua saya. Dan ketika itu juga, saya langsung dibawa ke dokter mata dan ternyata saya sudah -1,5.

Karena melihat teman-teman saya tidak ada yang mengenakan kacamata, jadi saya hanya mengenakannya ketika di dalam kelas saja, ketika melihat tulisan di papan tulis saja. Tapi ternyata hal ini tidak baik, karena minus kita akan terus bertambah. Sampai akhirnya ketika SMP, minus saya sudah naik menjadi -4,75. Wew...! 

Oia, dari informasi yang saya baca, rabun jauh ini banyak diakibatkan oleh faktor genetik. Jadi kemungkinan kalau orang tua kita memiliki rabun jauh, anak tersebut juga akan mengalami hal yang sama. Apalagi kalau tidak dirawat kesehatan matanya, minusnya akan jauh lebih cepat bertambah ketimbang yang sebenarnya tidak ada keturunan rabun jauh. Kedua kakak perempuan saya juga berkacamata, namun tidak separah saya. Hehehe...

Klimaksnya adalah ketika di bangku kuliah, ternyata minus saya bertambah menjadi -6 kurang lebih untuk mata kanan dan kiri. Sejak itu, saya semakin meggantungkan cita-cita untuk bisa lasik di masa depan, tapi belum tahu kapan waktunya. Setelah saya menikah dan telah mempunyai penghasilan sendiri, akhirnya satu-satu impian saya dan suami terwujud. Mulai dari membeli kendaraan roda empat, membeli rumah, dan juga membeli rumah untuk operasional KIVITZ. Setelah hal itu semua sudah selesai dipenuhi, barulah tabungan saya dan suami, dikhususkan untuk operasi lasik ini. Karena suami saya juga melihat, ketika saya lagi banyak undangan acara dan sering memakai softlens, mata saya sering mengalami iritasi. Jadi uang tabungan kami selanjutnya, dia arahkan untuk proses lasik ini.

Pelajaran yang mungkin bisa diambil dari hal di atas adalah ketika kita sudah menikah, visi dan misi hidup kita dengan pasangan harusnya sejalan. Termasuk apa saja yang mau dibeli atau dilakukan kelak yang membutuhkan biaya besar. Saya dan suami memiliki satu tabungan bersama juga tabungan pribadi. Tabungan pribadi ini sebenarnya untuk memudahkan saat pentransferan gaji saja sih. Untuk pengeluaran tetap dibagi dari tabungan saya dan juga suami. Duh, ceritanya jadi kemana-mana nih ya. Pokoknya intinya adalah untuk operasi lasik ini suami saya juga bantu untuk menabungi biar tidak terasa terlalu berat ketika saatnya saya mau operasi lasik. 

Kayaknya segitu dulu ya latar belakang cerita mengenakan kacamata dan alasan kenapa akhirnya saya ambil tindakan untuk operasi lasik. Ada yang punya pengalaman berminus tinggi seperti saya juga? Please comment down below!

Untuk proses lasiknya sendiri, saya akan ceritakan di postingan berikutnya agar postingan ini tidak terlalu panjang. Stay tune! ;)

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 27 September 2016

Between Blog and Vlog

Assalamu'alaikum



Halo Halo... Apa kabar semuanya? Semoga yang sedang membaca post ini dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan suatu apapun. Kalau kamu perhatikan, mungkin belakangan ini saya sedang kurang aktif menulis blog. Iya, memang. Hal ini dikarenakan saya sedang asik menekuni dunia baru yang kelihatannya seru banget, yaitu vlog. Nah, apa itu vlog? Menurut wikipedia, vlog itu adalah video blogging atau disingkat vlogging, bukan vidblogging. Vlog merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama.

Jadi sejak bulan Agustus yang lalu, saya lagi jarang sekali foto untuk keperluan blog ini. Waktu saya banyak dihabiskan untuk proses vlog ini. Dimulai dari menonton review-review kamera yang paling baik untuk vlog, menonton vlog-vlog orang, sampai memilih gaya vlog yang akan saya usung nantinya. Yah, begitulah saya (dan juga suami tentunya hehe). Kalau mau memutuskan sesuatu itu harus dengan pemikiran yang betul-betul matang. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyesalan di masa yang akan datang. Setuju?

Ketika kita sudah memutuskan membeli kamera untuk keperluan vlogging, akhirnya kita sudah mulai merekam-rekam kegiatan kita sehari-hari. Namun yang harus diperhatikan adalah tidak semua kegiatan kita bisa dibuat vlog. Mengapa? Karena kita ingin setiap pengambilan video yang kita ambil itu benar-benar artistik, penuh cinematografi, dan yang terpenting adalah memiliki inti cerita, ada hikmah yang bisa diambil para viewers-nya. Saya tidak ingin para viewers channel Youtube saya menonton hal-hal yang tidak bermanfaat buat dirinya. Itu sih yang saya pelajari dari suami saya, yaitu tentang kesempurnaan pengambilan gambar dan value dari setiap video yang dibuat.

Hingga di penghujung bulan September ini, sebenarnya vlog kami belum berjalan sesuai harapan. Harapan di sini maksudnya, saya bisa upload maksimal 2 hari dari proses pengambilan gambar berlangsung. Intinya belum bisa up-to-date vlognya. Karena suami saya yang berperan sebagai editor video ini sedang mengerjakan video-video yang tertunda sebelumnya untuk semuanya diupload ke channel Youtube saya. Seperti Behind The Scene Photoshoot KIVITZ di awal tahun lalu, photoshoot koleksi Lebaran, dan masih banyak yang lainnya. Kita selalu ingin channel Youtube ini berfungsi sebagai album perjalanan hidup kami juga. Oia, selain vlog, channel Youtube saya berisi tentang aktivitas saya sebagai fashion designer, liputan interview saya di beberapa media, dan lain-lain.

So guys, untuk yang belum subscribe channel Youtube saya, jangan lupa subscribe sekarang juga ya. Ini dia link-nya: KIVITZ by Fitri Aulia. Subscribe in berfungsi untuk memberi notifikasi via email saat saya mengunggah video terbaru di channel Youtube ini. Jadi kalau kamu semua sudah subscribe, kamu tidak akan ketinggalan update terbaru dari channel Youtube saya ini. 

Berhubung saya juga masih belajar di dunia vlog ini, jadi saya  juga harus pintar membagi-bagi waktu saya untuk bisa terus meng-update blog ini, juga meng-update vlog itu. Harap dimaklumi ya... Hehe... Semoga setelah ini saya bisa aktif di blog dan juga vlog. Untuk kamu yang juga suka lihat vlog para Youtuber, siapa favorit vlogger kamu dan apa alasannya? Please kasih tau saya dengan komen di bawah ini. Siapa tau info dari kamu bisa menambah wawasan saya mengenai dunia vlogging ini.

Thank you for reading, everyone! InsyaAllah setelah postingan blog ini, saya akan flash back beberapa aktivitas yang saya kerjakan di bulan yang lalu dan juga September ini. See you on the next post!

Wassalamu'alaikum

Saturday, 27 August 2016

Attending Bussiness Talkshow in Jakarta

Assalamu'alaikum

Akhir-akhir ini saya dan suami sedang banyak mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan bisnis untuk mengembangkan bisnis yang kami miliki. Seperti yang kami datangi minggu lalu, yaitu mini talkshow yang diadakan oleh Indonesia Brand Forum. Sebenarnya temanya tidak begitu berhubungan dengan kami, yaitu 'Family Business for Nation'. Memang, KIVITZ yang kami dirikan ini juga adalah family bisnis, yang dijalankan oleh saya dan suami. Tapi dalam seminar ini dengan fokus dari pembicaraannya adalah bagaimana meneruskan bisnis yang sudah didirikan oleh generasi pertama kepada generasi kedua. Hadir juga sebagai pembicara, pebisnis generasi kedua dari perusahaan besar, yaitu Pak Samuel Pranata (Direktur Martha Tilaar) dan Pak Junius Rahardjo (Founder dan CEO Javaplant) di Gedung Koran Sindo.

Melalui sebuah seminar bisnis, saya dan suami saya banyak mendapatkan sudut pandang dan ilmu-ilmu baru, yang mana selama ini kami hanya terpaku pada sudut pandang yang kami miliki saja. Kami juga berharap bahwa kelak KIVITZ bisa menjadi bisnis yang sustainable dan juga bisa diteruskan ke generasi selanjutnya untuk kemudian hari.




Untuk menghadiri acara ini saya mengenakan mix and match dari KIVITZ, yaitu Basic Umbrella Dress berwarna cokelat, dipadukan dengan Magnolia outer berwarna cream. Sepintas baju ini terlihat memiliki tone yang mirip, yaitu cokelat. Karena saya tidak ingin head to toe bernuansa cokelat saja, jadi saya menambahkan hijab bernuansa hijau dengan motif tropikal. Untuk sepatu, saya memakai mary jane berwarna putih. Menurut saya mix and match seperti ini bisa memberikan kesan lebih formal namun tetap chic.



My outfit:
Verbena Scarf by KIVITZ
Magnolia Outer by KIVITZ
Basic Umbrella Dress (brown) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum